Showing posts with label Fotografi. Show all posts
Showing posts with label Fotografi. Show all posts

Sunday, 2 October 2016

Miniatur Photography Tutorial

Miniatur Photography, merupakan salah satu trik editing dalam dunia fotografi, biasanya trik ini menggunakan software Photo Shop. Caranya cukup sederhana, yaitu dengan memotong gambar dan menempelkannya pada gambar lain. Hanya saja butuh kesabaran ekstra karena harus menyesuaikan warna dari 2 gambar atau lebih yang ditempelkan... Penasaran? Tutorial yang bisa diikuti bisa dicari di Youtube. Coba saja mencarinya dengan kata kunci "miniatur photography tutorial". Selamat mencoba...


Read More

The Milky Sky on The Masjid

"The milky sky of Masjid Jami' Gontor Campus 2", tidak sedikit yang mengira bahwa foto ini adalah editan, dan tidak sedikit juga yang percaya bahwa foto ini adalah asli. Kira-kira foto ini asli atau editan???

hehehe, jawabannya adalah foto editan, tapi yang membuat saya sangat senang adalah ketika foto ini saya share di grup (facebook) "belajar fotografi" saya mendapatkan 1200-an like, whahaha, angka yang fantastis, padahal banyak orang bersusah payah untuk dapat like berjumlah ratusan. hehehe.

"It's the wonderful experience that i got in my life."


Intinya jangan pernah minder hanya karena merasa masih newbie (orang awam yang baru belajar). Justru semakin banyak orang hebat sekitar kita bakal menambah motivasi untuk menjadi lebih baik.
Kalau kata bijak yang saya buat "Lebih baik menjadi orang yang bodoh diantara orang hebat daripada menjadi orang hebat diantara orang yang bodoh, jangan sampai menjadi katak dalam tempurung"...




Read More

Saturday, 1 October 2016

Apa itu Panning?

Panning merupakan salah satu trik fotografi yang menghasilkan hasil fokus pada satu objek dan memblurkan bagian sekitar objek. Panning adalah memotret dengan menggerakkan kamera searah dengan arah gerakan obyek yang ingin dibidik sehingga obyek akan tampak fokus sementara background tampak kabur. Jangan takut hanya karena ada kata ‘teknik’ diatas, berikut beberapa langkah praktis melakukan panning:
  1. Jangan pernah gunakan tripod, untuk mengikuti arah gerakan obyek kamera harus bisa bergerak luwes
  2. Set kamera pada mode Shutter Priority (S atau Tv)
  3. Shutter speed yang digunakan untuk panning adalah antara 1/30 sampai dengan 1/8, jadi set kamera diantara angka tersebut
  4. Cari obyek bergerak yang akan dipanning (tips: pilihlah background yang berwarna-warni untuk panning sehingga hasil blur dari background makin menarik)
  5. Arahkan kamera mengikuti obyek yang bergerak dan pencet separuh tombol release untuk mengambil fokus.
  6. Usahakan tangan bergerak selembut mungkin, gerakan kejut yang mendadak bisa mengakibatkan hasil foto yang tidak menarik
  7. Saat tangan kita sudah ‘seirama’ dengan gerakan obyek, pencet tombol release untuk mengambil eksposur
  8. Makin banyak berlatih, tangan dan mata kita akan semakin terasah!

Read More

Friday, 30 September 2016

Pesona Masjid Jami' Gontor 2 (Part 3)

Berikut adalah foto lain yang menunjukkan keindahkan Masjid Jami' Gontor 2. Saya mencoba mengambil gambar dengan format potrati agar nampak awan di atasnya. Serta menggunakan Lensa Wide.

Masjid Jami' di Waktu Senja

Read More

Pesona Masjid Jami' Gontor 2 Part 2

Satu lagi foto yang saya ambil dari Masjid Jami' Gontor Kampus 2 di waktu senja. Foto aslinya sudah bagus sebenarnya, namun saya coba olah lagi agar semakin cantik dengan lightroom.

Read More

Mengoperasikan Kamera DSLR Secara Manual, Kenapa Tidak?

Jika kita ingin mengoperasikan kamera DSLR dengan aman, tentunya kita tidak mau pusing untuk mengatur apapun, cukup dengan menggunakan mode auto. Namun tentunya hasilnya terkadang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Nah, untuk itu tentunya kita harus mulai belajar tentang exposure. Berikut ulasannya:  

Bagi yang ingin “lulus dan naik kelas” dari mode auto serta ingin meyalurkan jiwa kreatif  kedalam foto-foto yang dihasilkan, ada baiknya kita pahami konsep exposure. Kamera pada dasarnya adalah sebuah alat yang berguna untuk menangkap cahaya melalui sensor kamera. Cahaya yang masuk akhirnya diterjemahkan oleh sensor menjadi sebuah gambar. Apabila cahaya yang diterima oleh kamera kurang, gambar akan menjadi gelap – dalam dunia fotografi, hal ini sering disebut dengan Under Exposed (UE). Sebaliknya apabila cahaya yang masuk ke dalam kamera berlebih, gambar akan menjadi terlalu terang atau disebut dengan Over Exposed (OE). 



Fotografer kenamaan, Bryan Peterson, telah menulis sebuah buku berjudul Understanding Exposure yang didalamnya diterangkan konsep exposure secara mudah. Peterson member ilustrasi tentang tiga elemen yang harus diketahui untuk memahami exposure, dia menamai hubungan ketiganya sebagai sebuah Segitiga Fotografi. Setiap elemen dalam segitiga fotografi ini berhubungan dengan cahaya, bagaimana cahaya masuk dan berinteraksi dengan kamera.
Ketiga elemen tersebut adalah:
  1. ISO – ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya
  2. Aperture – seberapa besar lensa terbuka saat foto diambil
  3. Shutter Speed – rentang waktu “jendela’ didepan sensor kamera terbuka
Interaksi ketiga elemen inilah yang disebut exposure. Perubahan dalam salah satu elemen akan mengakibatkan perubahan dalam elemen lainnya.


Perumpamaan Segitiga Eksposur
Mungkin jalan yang paling mudah dalam memahami exposure adalah dengan memberikan sebuah perumpamaan. Dalam hal ini kita umpamakan segitiga exposure seperti halnya sebuah keran air.
  • Shutter speed bagi saya adalah berapa lama kita membuka keran
  • Aperture adalah  seberapa lebar kita membuka keran
  • ISO adalah kuatnya dorongan air 
  • Sementara air yang mengalir melalui keran tersebut adalah cahaya yang diterima sensor kamera
Tentu bukan perumpamaan yang sempurna, tapi paling tidak kita mendapat ide dasarnya. sebagaimana anda lihat, kalau exposure adalah jumlah air yang keluar dari keran, berarti kita bisa mengubah nilai exposure dengan mengubah salah satu atau kombinasi ketiga elemen penyusunnya. Jika kamu mengubah shutter speed, berarti mengubah berapa lama keran air terbuka. Mengubah Aperture berarti mengubah seberapa besar debit airnya, sementara mengubah seberapa kuat dorongan air dari sumbernya.
Ilustrasi Mengenai Exposure dalam Fotografi
ilustrasi kran, air, gelas dalam memahami exposure

Kamera saat ini sudah memiliki kemampuan melihat gambar dan menghitung exposure yang canggih. Bahkan informasi tentang kombinasi antara Shutter Speed, Aperture dan ISO dapat tergambarkan dengan sangat baik. Kamera DSLR ataupun kamera pocket/saku sudah memiliki fitur pilihan mode exposure, apakah itu otomatis, semi otomatis atau manual. 
Pada kamera DSLR terdapat mode Exposure (Manual) dan Otomatis (Automatic, Program, Aperture Priority dan Shutter Speed Priority). Silahkan membuka kembali buku manual kamera masing-masing untuk mengatur mode-mode tersebut pada kamera. 
Untuk menggunakan manual exposure, kamu harus memahami terlebih dahulu tentang Shutter Speed, Aperture dan ISO. Jika ketiganya dipahami, kamu bisa menuangkan air di dalam gelas tanpa harus tumpah ataupun kurang adalah hal yang mudah. 

Exposure Compensation

Exposure Compensation adalah sebuah fitur kamera untuk mengubah hasil perhitungan exposure baik dari manual ataupun auto expoosure. Biasanya disimbolkan dengan sebuah tanda EV +/-
Exposure Compensation Light Meter
indikator light meter kamera

Kapan kita dapat menggunakan Exposure Compensation? Adalah pada saat kita menggunakan auto/manual exposure, namun hasil foto lebih gelap/terang dari yang diinginkan sebelumnya. Maka naikkan Exposure Compensation sebesar +1EV dan begitu juga sebaliknya, jika ingin foto lebih gelap, turunkan menjadi -1EV atau lebih. 
Rumus Exposure = Shutter Speed + Aperture + ISO = Exposure
Exposure Compensation bukan bagian dari faktor penentu exposure. Exposure Compensation hanya mengubah hasil perhitungan auto exposure saja. Jika kita menerapkan Exposure Compensation positif, maka hasil perhitungan auto exposure kamera akan lebih terang daripada sebelumnya. Jika kita menerapkan Exposure Compensation negatif, maka hasil perhitungan auto exposure akan lebih gelap dari sebelumnya. 
Contoh Tombol Exposure Compensation Nikon Canon
contoh tombol untuk mengubah exposure compensation pada kamera dslr nikon & canon

Tampilan Layar Kamera DSLR
penjelasan elemen exposure compensation pada layar kamera

Segitiga Exposure wajib untuk dipelajari dan dipahami jika ingin belajar fotografi lebih lanjut. Selamat mencoba!
Read More

Apa Sih Frames Per Second (fps) Di Dunia Videografi & Fotografi?

Dalam dunia videografi, kita sering mendengan kamera ini punya kualitaf 60 fps, 25 fps, 10 fps, dan lain sebagainya. Nah, berikut adalah penjelasan tentang fps:
Frame rate adalah Jumlah bingkai gambar atau frame yang ditunjukkan setiap detik dalam membuat gambar bergerak; diwujudkan dalam satuan fps (frames per second), makin tinggi angka fps-nya, semakin mulus gambar bergeraknya. Game dan film, biasanya tinggi fps-nya.

Ketika serangkaian gambar mati yang bersambung dilihat oleh mata manusia, maka suatu keajaiban terjadi jika gambar-gambar tersebut dimainkan dengan cepat maka akan terlihat sebuah pergerakan yang halus, inilah prinsip dasar film, video dan animasi.

Untuk mendapatkan pergerakan gambar yang halus diperlukan frame rate minimal sebesar 10 FPS (Frame rate persekon). Film-film yang terdapat di gedung bioskop adalah film yang diproyeksikan dengan frame rate sebesar 24 FPS. Sedangkan video yang kita lihat di televisi memiliki frame rate sekitar 30 FPS (tepatnya 29.97 FPS). Untuk Negara yang memakai format standar NTSC (National Television Standart Comitte) yaitu Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Meksiko dan Korea. Untuk Negara Indonesia , Inggris, Australia, Eropa dan China menggunakan format video PAL (Phase Alternate Line) dengan frame rate sebesar 25 FPS. Sedangkan Negara Prancis, Timur Tengah dan Afrika menggunakan format video standart SECAM (Sequential Coleur Avec Memoire) dengan frame rate sebesar 25 FPS.


Read More

Canon VS Nikon, Mana yang Lebih Baik?

Dulu pertama kali saya memegang kamera DSLR, saya menggunakan kamera Nikon D3100. Banyak orang sekitar saya yang lebih berpengalaman mengatakan bahwa kamera yang tepat untuk pemula adalah Nikon D3100. Selang dua tahun berikutnya, saya menggunakan kamera Canon 60 D. Menurut saya pribadi, hasil jepret dengan kamera Nikon lebih tajam dari Canon, sedangkan pengaturan Nikon juga lebih simple dari Canon. Ada kawan saya yang mengatakan bahwa jika kebutuhkannya untuk dokumentasi kegiatan, mending pakai Nikon. Tapi jika kebutuhannya untuk travelling, atau foto-foto yang memang tidak resmi, lebih baik menggunakan Canon, karena hasil jepretannya soft, alias halus. Tapi bagaimanapun juga yang lebih penting dari kamera tersebut adalah "The Man Behind The Camera". Sebagus apapun kameranya, jika penggunanya tidak bisa menggunakannya, maka hasil tidak akan maksimal. Maka dari pada menanyakan mana yg lebih baik dari keduanya, mendingan belajar menguasai kedua kamera tersebut. Supaya hasilnya bisa maksimal. Berikut tips memilih kamera oleh Nuno Photography:

Pertimbangkan dana! Kalau nama anda tidak berakhiran Bakrie atau bukan anak kandung OC Kaligis, maka soal dana pasti jadi perhatian utama. Harga Canon dan Nikon sebenarnya tidak berbeda jauh, apalagi kalau membandingkanya pear to pear. Beda kalau misalnya anda membandingkan Canon 450D dengan Nikon D300s misalnya. Beda jauhlah ! Sebagai perbandingan untuk para pemula, kelas yang sama antara Canon dan Nikon adalah : Canon dengan 1000D, 1100D, 500D dan 550D berbanding dengan Nikon D3000, D3100 dan D5000. Kisarannya antara 5 – 8 juta rupiah.

Fitur. Canon dan Nikon biasanya punya fitur yang hampir sama, tapi beberapa fotografer profesional setuju kalau untuk kamera pemula fitur Canon lebih banyak daripada Nikon. Kelebihan lain dari Canon adalah jumlah Megapixelnya yang lebih tinggi, tapi di sisi lain Nikon menang di kualitas gambar dengan mengurangi tingkat noise ( titik-titik kecil pada gambar ) yang kadang muncul pada ISO tinggi di cahaya yang rendah. Jadi, silakan berpusing-pusing, mau memilih yang fiturnya banyak dengan MP yang tinggi atau yang fiturnya standar dengan kualitas gambar yang maknyos.
Genggaman / grip. Ini juga penting dalam memilih kamera karena bagaimanapun kamera itu dipegang, bukan cuma dipelototin. Canon menurut saya punya grip yang sedikit di bawah Nikon, terus terang Nikon memang relatif lebih nyaman digenggam. Sementara soal bodi, kalau membandingkan Canon 1100D dengan Nikon D3100 sepertinya Canon 1100D relatif lebih gendut dan lebih berat daripada Nikon D3100 yang agak mungil. Silakan anda bersemedi menentukan pilihan, lebih suka yang bodinya kecil tapi enak digenggam atau yang bodinya agak gendut tapi kurang pas digenggaman ?
Lensa. Sebenarnya ini agak advance sih, gonta-ganti lensa baru bisa dilakukan kalau kita sudah cukup familiar dengan kamera yang kita pegang. Tapi tidak apalah sebagai bahan pertimbangan. Lensa Canon relatif lebih murah dari Nikon, pun kamera Canon biasanya kompatibel dengan semua jenis lensa EOS, beda dengan Nikon yang biasanya agak rewel dengan urusan lensa dan harganya sedikit di atas lensa-lensa punya Canon.
Lihat Sekeliling. Sebelum menentukan pilihan ada baiknya anda melihat sekeliling dulu, maksudnya bukan melihat sekeliling seperti yang dilakukan maling sebelum melakukan aksinya, tapi lihatlah teman-teman anda yang memegang kamera DSLR. Kalau kebanyakan teman anda memegang Canon misalnya, ya adalah lebih baik bagi anda untuk memilih Canon juga karena minimal anda punya tempat untuk bertanya nantinya kalau-kalau mendapat kesulitan mengoperasikan kamera yang baru anda beli. Keuntungan lainnya, kalau misalnya teman anda punya banyak lensa, lumayan kan bisa tukar-tukar lensa tanpa harus beli. Tapi kalau misalnya sekitar anda tidak ada yang megang DSLR, maka beruntunglah anda. Bisa jadi anda orang pertama di lingkungan anda yang punya DSLR.

Nah, setidaknya itu beberapa tips yang bisa saya bagi menurut pengamatan dan pengalaman saya yang masih seumur jagung ini. Para ahli mungkin bisa menambahkan, utamanya kalau anda sudah membaca postingan ini dan masih tetap bingung menentukan pilihan seperti teman saya si Gerhana itu.
Oh ya, satu tambahan lagi. Kalau benar-benar bingung, cobalah untuk bersabar sedikit. Coba luangkan waktu untuk mencoba kamera Canon dan Nikon, caranya pinjamlah kamera punya teman anda. Luangkan waktu untuk menengok semua fitur dan kelebihan-kelebihan dari tiap-tiap kamera, setelah berbulan-bulan saya yakin anda akan bisa menentukan pilihan dengan catatan dana yang disiapkan belum keburu habis.
Intinya, apapun pilihan anda selama itu diambil menggunakan pikiran yang jernih dan tanpa paksaan dari pihak manapun maka Insya Allah semua akan membawa berkah. Fotografi bukan melulu soal senjata yang digunakan, tapi siapa yang memegangnya. Betul ??
Jadi, pilih mana ? Canon atau Nikon ? Kalau punya banyak uang, saya sih pilih keduanya... hehehe


Read More

Indahnya Masjid Jami' Gontor 2




Masjid Jami' Gontor Kampus 2 di waktu senja, selalu nampak elegant. Terlebih pada pertengahan bulan di tiap bulan Hijriah. Awan merah bernaung di atasnya. Berikut adalah foto yang saya ambil di saat sore hari, lalu saya edit dengan adobe lightroom.




Read More

Mengenal Seluk Beluk Fotografi

Fotografi berasal dari bahasa inggris : photograhpy yang berasal dari bahasa yunani yaitu “photos” : cahaya dan “grafis” : melukis adalah proses melukis dengan menggunakan media cahaya. 

Beberapa Gambar Kamera DSLR
Sebagai istilah umum fotografi berati proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat yang paling populer untuk menangkap cahaya adalah kamera. Tanpa cahaya tidak ada foto yang bisa di buat.Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tetap akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang masuk kedalam medium pembiasan.
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar,digunakan alat bantu ukur berupa lightmeter , setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO speed) , dafragma (aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO diafragma dan speed di sebut sebagai pajanan.
Read More